Kemucup

picture kredit to Mr Google

kemucup...

Tampak pada logikanya tidak punya apa-apa
tiada punya manfaat pada sekitar, apatah lagi pada manusia.
Ianya berduri...terasa gatal pabila terkena :)
sering kali menyusahkan bilamana ia melekat pada pakaian kita.
Jelas pada fizikalnya kemucup tidak punya apa-apa

Terdetik di hati, terfikir sejenak
Apakah ALLAH menciptakan ia dengan sia-sia?
tidak punya apa-apa?

Firman ALLAH S.W.T :

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang yang berakal.
(Ali-Imraan : 190)

Nah... sekarang ku akui, kemucup pun punya manfaatnya.
Metafora kehidupan terungkap dari serumpun kemucup.
Teguh menyebarkan benihnya keserata pelosok.

Ku andaikan benih itu Syiar Islami
Ku andaikan diri ini kemucup yang teguh berdiri
Kemucup yang cerdik merancang strategi
Menyebarkan benihnya dengan baik sekali

Kemucup... ada apa dengan kemucup?
Kemucup sedia menghinggap pada mana2 ‘agen penyebar’ yang melaluinya
Kemucup berani terbang kemana saja bila di bawa angin
Tidak gentar pada angin kencang apatah lagi sepoi2 bahasa
Asalkan ia bisa menyebarkan benihnya.

Sekarang ku akui tiada yang sia sia pada Ciptaan Tuhan
Semuanya berlaku dengan hikmah untuk pedoman
Semuanya punya maksud dan tujuan
Maha Suci ALLAH, Tuhan Pentakbir sekalian alam.